TMII Rayakan Tahun Baru dengan Doa Seribu Lilin
Perayaan malam pergantian tahun di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, akan berlangsung dengan nuansa berbeda. Alih-alih pesta kembang api, TMII memilih menggelar doa bersama dan menyalakan 1.000 lilin sebagai simbol empati dan solidaritas bagi para korban bencana alam di sejumlah wilayah Indonesia.
Konsep perayaan ini dihadirkan sebagai bentuk refleksi atas berbagai musibah yang terjadi di Tanah Air, sekaligus ajakan kepada masyarakat untuk memaknai tahun baru dengan kebersamaan dan kepedulian sosial.
Refleksi dan Empati di Malam Tahun Baru
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama TMII, Ratri Paramita, mengatakan bahwa TMII memaknai momen pergantian tahun sebagai ruang untuk refleksi, saling menguatkan, dan menumbuhkan solidaritas nasional.
“Ini diambil sebagai bentuk empati dan penghormatan kepada saudara-saudara kita di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jawa Barat, dan Jawa Tengah yang tengah mengalami musibah,” ujar Ratri, Senin (29/11).
Menurutnya, perayaan tahun baru tidak semata-mata tentang hiburan, melainkan momentum untuk menunjukkan kepedulian sebagai satu bangsa.
Baca Juga:
DLH DKI Siagakan 3.395 Petugas Sambut Tahun Baru 2026
oleh:
Doa Seribu Lilin dan Penggalangan Dana
Sebagai wujud nyata dari semangat tersebut, TMII akan menyelenggarakan Doa Seribu Lilin yang terbuka bagi seluruh pengunjung. Selain itu, TMII juga menggelar aksi penggalangan dana yang hasilnya akan disalurkan kepada warga terdampak bencana alam di berbagai daerah.
“Kami akan menyelenggarakan Doa Seribu Lilin serta aksi penggalangan dana. Hasilnya akan didonasikan kepada masyarakat yang terdampak bencana alam,” jelas Ratri.
Ia berharap, kegiatan ini dapat menjadi ruang kebersamaan bagi masyarakat untuk mendoakan, berbagi harapan, serta memberikan dukungan nyata kepada para korban bencana.Permainan Terbaik Dan Tepercaya Kini Hadir Dengan Tampilan Yang Sangat Menarik Dan Menjadi Bahan Tempat Cari Cuan, Dimana Lagi Kalau Bukan Di Nagaempire
Tanpa Kembang Api, Utamakan Makna
TMII memastikan perayaan malam tahun baru kali ini berlangsung tanpa pesta kembang api. Keputusan tersebut diambil untuk menjaga suasana khidmat, sekaligus menegaskan bahwa empati dan solidaritas menjadi nilai utama dalam menyambut tahun baru.
Konsep perayaan yang lebih sederhana ini juga diharapkan dapat memberikan pengalaman berbeda bagi pengunjung, sekaligus mengajak masyarakat merenungkan makna kebersamaan di tengah situasi nasional yang penuh tantangan.
Pengamanan Diperketat
Untuk menjaga keamanan dan kenyamanan pengunjung selama perayaan malam tahun baru, aparat kepolisian menyiagakan ratusan personel di kawasan TMII. Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Pol Alfian Nurrizal, mengatakan sebanyak 287 personel dikerahkan.
Personel tersebut terdiri dari 167 anggota Polres Metro Jakarta Timur, 80 personel Brimob, serta 40 personel dari Pam Obvit Polda Metro Jaya.
“Mereka bekerja sama dengan petugas internal pengelola TMII, dibantu unsur TNI dan jajaran pemerintah kota,” tandas Alfian.
Harapan di Awal Tahun Baru
Melalui perayaan sederhana namun penuh makna ini, TMII berharap masyarakat dapat menyambut tahun baru dengan semangat kebersamaan, empati, dan kepedulian sosial. Doa Seribu Lilin menjadi simbol harapan agar bangsa Indonesia senantiasa diberi kekuatan dalam menghadapi berbagai tantangan di masa mendatang.