Thomas Djiwandono Masuk Kandidat Deputi Gubernur BI

Thomas Djiwandono Masuk Kandidat Deputi Gubernur BI

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi membenarkan pencalonan
Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Thomas Djiwandono sebagai kandidat
Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI). Proses pencalonan ini dilakukan
bersama sejumlah nama lain yang diajukan pemerintah kepada DPR.

Prasetyo menegaskan bahwa Thomas bukan satu-satunya figur yang diusulkan.
Setidaknya, terdapat tiga nama yang diajukan untuk mengisi posisi strategis
di bank sentral tersebut.

“Ada beberapa nama yang dikirimkan. Salah satunya memang betul ada nama
yang kita usulkan, yaitu Pak Wamenkeu Thomas Djiwandono,” ujar Prasetyo,
Senin (19/1/2026), dikutip dari Bisnis

Baca Juga:
Banjir Pekalongan, 108 Perjalanan KA di Pantura Dibatalkan

Oleh:
Empire88

Bank Indonesia Kerap Jadi Sasaran Hoaks

Di tengah kabar pencalonan Deputi Gubernur BI, Bank Indonesia juga tercatat
beberapa kali menjadi sasaran penyebaran informasi palsu atau hoaks di
media sosial. Hoaks tersebut kerap menimbulkan kebingungan di masyarakat.

Berikut sejumlah hoaks yang mencatut nama Bank Indonesia dan telah
diverifikasi melalui penelusuran fakta.Permainan Terbaru Kini Hadir
Demgan Tampilan Yang Sangat Kece Dan Tepercaya Untuk Bermain
Di Empire88

Hoaks Uang Baru Tanpa Tiga Nol

Salah satu hoaks yang beredar adalah klaim penampakan uang baru yang
disebut-sebut resmi dikeluarkan BI tanpa tiga nol di belakang. Informasi
ini muncul dalam bentuk video di Facebook pada 15 November 2025.

Video tersebut menampilkan gambar uang bertuliskan “Satu Rupiah”,
“Dua Rupiah”, dan “Lima Rupiah”, disertai narasi bahwa BI telah
mengeluarkan uang baru dari Rp1.000 hingga Rp100.000 tanpa tiga nol.

Setelah ditelusuri, klaim tersebut tidak benar dan tidak pernah diumumkan
secara resmi oleh Bank Indonesia.

Klaim Uang Rupiah Edisi HUT RI ke-80

Hoaks lainnya menyebutkan bahwa BI menerbitkan uang rupiah edisi khusus
untuk memperingati HUT RI ke-80. Informasi ini beredar di Facebook sejak
Juni 2025.

Unggahan tersebut menampilkan gambar uang dengan peta Indonesia dan
Presiden Soekarno, disertai narasi bernuansa promosi. Faktanya, BI tidak
pernah menerbitkan uang rupiah edisi khusus tersebut.

Hoaks Lomba Menggambar Berhadiah Puluhan Juta

Selain itu, beredar pula poster palsu yang mengatasnamakan Bank Indonesia
terkait lomba menggambar online dengan hadiah hingga puluhan juta rupiah.
Poster ini menyebar melalui Instagram sejak November 2024.

Poster tersebut mencantumkan biaya pendaftaran dan tautan tertentu.
Namun, setelah diverifikasi, kegiatan tersebut dipastikan bukan agenda
resmi Bank Indonesia.

Pentingnya Verifikasi Informasi

Pemerintah mengimbau masyarakat untuk selalu memverifikasi informasi yang
beredar, khususnya yang mengatasnamakan lembaga resmi seperti Bank Indonesia.
Dengan demikian, penyebaran hoaks dapat diminimalkan dan kepercayaan publik
tetap terjaga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *