Reza Arap Diperiksa Polisi Terkait Kematian Lula Lahfah

Polisi masih mendalami penyebab kematian selebgram Lula Lahfah. Dalam proses penyelidikan tersebut, kekasih korban, Muhammad Reza Oktovian atau Reza Arap, bersama sejumlah teman dekat almarhumah dijadwalkan untuk dimintai keterangan oleh pihak kepolisian.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto membenarkan bahwa penyidik telah melayangkan panggilan pemeriksaan kepada Reza Arap. Pemeriksaan rencananya akan dilakukan hari ini, Senin (26/1/2026).

“Iya informasi (bakal diperiksa) Senin, kalau enggak salah,” ujar Budi dalam keterangannya, Minggu, 25 Januari 2026.

Baca Juga:
Polisi Panggil Reza Arap Terkait Kematian Lula Lahfah

Oleh:
Empire88

Pemeriksaan Digelar di Polres Jakarta Selatan

Budi menjelaskan, pemeriksaan terhadap Reza Arap akan berlangsung di Polres Metro Jakarta Selatan. Reza Arap juga telah mengonfirmasi kesediaannya untuk hadir dan memberikan keterangan kepada penyidik.

Selain Reza Arap, polisi turut memanggil sejumlah teman dekat korban yang sempat berada atau datang ke lokasi kejadian guna melengkapi proses penyelidikan.

“Tergantung yang bersangkutan, tapi sudah dikomunikasikan untuk bisa hadir di hari Senin. Sama teman-teman dekat (Lula) yang datang ke lokasi kejadian,” jelasnya.

Korban Sempat Mengerang Kesakitan

Sebelumnya, polisi mengungkap peristiwa yang terjadi sebelum Lula Lahfah (26) ditemukan meninggal dunia di kamar apartemennya di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Berdasarkan keterangan saksi, korban disebut sempat mengerang kesakitan beberapa jam sebelum ditemukan tidak bernyawa.

Kombes Budi Hermanto menjelaskan, Lula diketahui masuk ke kamarnya sekitar pukul 22.00 WIB. Namun sekitar pukul 02.00 WIB dini hari, asisten rumah tangga (ART) mendengar suara erangan dari dalam kamar korban.

“Pokoknya malam (Lula) pulang, sekitar jam 10 malam masuk kamar. Terus jam 02.00 dini hari, ART mendengar dia kayak kesakitan,” kata Budi, Senin (26/1/2026).

Tidak Ada Respons hingga Pagi Hari

Setelah terdengar suara erangan tersebut, hingga pagi hari korban tidak memberikan respons. Sekitar pukul 09.00–10.00 WIB, ART mencoba mengetuk pintu kamar korban, namun tidak mendapatkan jawaban.

Karena curiga, ART kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada petugas keamanan apartemen. Pada sore hari, pihak keamanan kembali dihubungi untuk meminta kehadiran keluarga atau orang dekat korban sebagai saksi sebelum pintu kamar dibuka secara paksa.

“Sore akhirnya lapor ke sekuriti lagi minta ada keluarga atau orang dekat yang bisa menjamin kalau teknisi atau pihak apartemen mendobrak pintu kamar, membuka kamar karena kamar terkunci dari dalam,” ungkap Budi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *