Putra Bupati Jeneponto Dilaporkan Ke Polisi Atas Dugaan
Putra Bupati Jeneponto – Seorang pemuda bernama samaran MRP( 21) yang dikenal ialah putra dari Bupati Jeneponto, Paris Yasir dilaporkan ke polisi atas dugaan penganiayaan terhadap pacarnya bernama samaran ND. Peristiwa tersebut terjalin di kawasan Jalur Sam Ratulangi, Kecamatan Mamajang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan pada Selasa( 14/ 4/ 2026) dekat jam 02. 00 Waktu indonesia tengah(WITA).
Kapolsek Mamajang, AKP Tri Husada, membetulkan grupnya sudah menerima laporan terpaut dugaan penganiayaan tersebut. Tetapi, sampai saat ini permasalahan masih dalam sesi penyelidikan.
” Iya, kemarin kami menerima laporan dari wanita terpaut dugaan penganiayaan. Tetapi dikala ini masih dalam proses penyelidikan sebab kami belum menciptakan 2 perlengkapan fakta serta saksi. Hasil visum pula masih di Rumah Sakit Bhayangkara serta belum berakhir,” kata Tri kepada wartawan, Selasa( 21/ 4/ 2026).
Putra Bupati Jeneponto Cekcok Di Mobil Berujung Penganiayaan
Bersumber pada penjelasan dini, insiden itu dipicu perkara ikatan individu antara korban serta terlapor. Keduanya dikenal pernah ikut serta cekcok di dalam mobil saat sebelum dugaan kekerasan terjalin.
” Yang kami dengar dari penjelasan pelapor, mereka ini terdapat ikatan, sahabat lah, setelah itu terjalin cekcok. Sehabis itu terdapat pertengkaran di dalam mobil,” jelasnya.
Terpaut keadaan korban, polisi belum bisa membenarkan terdapatnya cedera ataupun tidak. Tri mengaku korban dikala ini sudah melaksanakan visum di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar.
” Kami belum menerima hasil visum, jadi belum dapat membenarkan terpaut cedera korban,” tambahnya.
Baca Juga : Dasyatnya Arus Banjir Terjang Jembatan 14 Meter Di Sukabumi
Laporan Yang Diterima Pihak Kepolisian
Dari laporan yang diterima, korban menyebut terdapatnya aksi penganiayaan oleh terlapor. Tetapi, polisi menegaskan belum bisa merumuskan saat sebelum proses penyelidikan rampung.
” Terdapat dugaan penganiayaan dari pihak terlapor, tetapi kami belum dapat meyakinkan. Masih sesi penyelidikan, jadi belum dapat memastikan begitu saja. Kami wajib menunggu hasil visum pula buat membenarkan,” tegasnya.
Walaupun demikian, pihak kepolisian belum membagikan konfirmasi terpaut bukti diri tersebut. Polisi pula menyebut baik korban ataupun terlapor ialah orang berusia serta dikala ini penyidik masih mengumpulkan penjelasan saksi.
” Kita tidak ketahui itu. Kami cuma menerima laporan, siapapun itu hendak kami proses,” ucap AKP Tri Husada.
Sampai dikala ini upaya konfirmasi berbentuk panggilan telepon serta pesan pendek yang dilayangkan awak media kepada MRP ataupun Bupati Jeneponto Paris Yasir belum memperoleh respons.
Ayo Cobain Game Online Dengan Grafik Dan Fitur Yang Mulus Tanpa Hambatan DiĀ Abang Empire