Pariwisata Urban Dinilai Bisa Dongkrak PAD DKI Jakarta

Sektor pariwisata dinilai menjadi salah satu bidang strategis yang dapat dikembangkan
untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) DKI Jakarta, terutama di tengah
kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang tengah mengalami penyesuaian.

Pandangan tersebut disampaikan oleh Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta sekaligus
Penasihat Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), August Hamonangan
.
Menurutnya, Jakarta memiliki potensi besar untuk mengembangkan konsep
pariwisata urban yang selama ini belum dimaksimalkan secara optimal.

Baca Juga:

Kapal Selam Tak Lagi Aman: Pelajaran Perang Laut Modern

Oleh:

Empire88

Potensi Wisata Urban Jakarta

“Saya pikir sektor pariwisata sangat menarik untuk dikembangkan untuk menambah
pemasukan ke dalam kas daerah di Jakarta ini, terutama setelah APBD kita dikurangi
sekarang,” ujar August, Kamis (8/1/2026).

Lebih lanjut, August menilai Jakarta tidak kalah menarik dibandingkan destinasi wisata
lain, baik di dalam maupun luar negeri. Ia menegaskan bahwa ibu kota memiliki beragam
kawasan yang dapat dikemas menjadi destinasi wisata unggulan berbasis budaya dan
sejarah kota.

“Di Jakarta ini kita tidak kekurangan destinasi-destinasi pariwisata yang potensial
apabila kita ingin mengembangkannya,” katanya.Mainkan Keseruan Dengan Depo
10k Di Empire88

Glodok, Pasar Baru, dan Kota Tua Jadi Sorotan

Sebagai contoh, August menyoroti kawasan Glodok dan Pasar Baru yang dinilai
memiliki potensi serupa dengan kawasan Pecinan atau Little India di negara tetangga
seperti Singapura dan Malaysia.

“Kalau di Singapura dan Malaysia ada daerah-daerah seperti Pecinan dan Little India,
kita juga ada Glodok dan Pasar Baru,” ucapnya.

Selain itu, kawasan Kota Tua Jakarta juga dinilai memiliki kekhasan tersendiri
melalui bangunan-bangunan bergaya Eropa yang sarat nilai sejarah. Kawasan tersebut
dinilai berpotensi dikembangkan menjadi destinasi wisata terpadu.

“Tidak boleh dilupakan juga, kita punya Kota Tua yang berisikan bangunan-bangunan lama
bergaya Eropa. Kalau saja bisa dikembangkan menjadi tempat hiburan, belanja, dan
kuliner terpadu dengan tetap mempertahankan karakteristiknya, tempat itu kelak dapat
menjelma sebagai tujuan pariwisata,” jelas August.

Dorong Kolaborasi dan Insentif Usaha

Untuk mewujudkan pengembangan pariwisata urban tersebut, August mendorong
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, khususnya melalui Dinas Pariwisata,
agar melakukan inovasi serta memperkuat kolaborasi lintas sektor.

“Memang betul, Pemprov DKI tidak bisa mengerjakannya sendiri, tetapi harus menggandeng
pihak-pihak lainnya, termasuk pihak swasta,” tegasnya.

Salah satu bentuk inovasi yang diusulkan adalah pemberian insentif dan kemudahan
perizinan
bagi pelaku usaha yang ingin berkontribusi mengembangkan kawasan wisata
urban.

“Bisnis-bisnis di berbagai bidang seperti makanan, busana, dan lain-lain bisa
dipermudah perizinannya apabila ingin berusaha di sana,” tambahnya.

Perkuat Identitas Jakarta sebagai Kota Global

Menurut August, pengembangan pariwisata urban tidak hanya berdampak pada peningkatan
PAD DKI Jakarta, tetapi juga berperan penting dalam memperkuat citra ibu kota sebagai
kota global yang merepresentasikan keberagaman budaya dan masyarakatnya.

“Dengan mengembangkan berbagai tempat itu menjadi tujuan pariwisata yang
mengekspresikan keberagaman warga dan budaya di Jakarta, Pemprov DKI juga dapat
memperkuat identitas Jakarta sebagai kota global,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *