Banjir Pekalongan, 108 Perjalanan KA di Pantura Dibatalkan
Banjir Pekalongan Ganggu Operasional Kereta Api
PT Kereta Api Indonesia (Persero) membatalkan 108 perjalanan kereta api yang melintasi jalur utara Jawa Tengah atau Pantura. Pembatalan dilakukan akibat banjir yang melanda wilayah Pekalongan sejak Jumat (16/1/2026) hingga Senin (19/1/2026). Kondisi tersebut mengganggu operasional perjalanan dan berdampak pada ribuan penumpang.
Ribuan Penumpang Terdampak Pembatalan
Manajer Humas PT KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, mengatakan bahwa selain pembatalan, sebanyak 31 perjalanan kereta api mengalami rekayasa pola operasi. Kereta-kereta tersebut dialihkan melalui jalur selatan.
Selama periode gangguan, tercatat 10.985 penumpang terdampak. Para penumpang tersebut memilih membatalkan tiket yang telah dibeli.
Baca Juga:
Tol Sedyatmo Banjir, GT Pluit 3 Ditutup Sementara
Oleh:
Indocair
Jalur Rel Mulai Bisa Dilalui Terbatas
Selain itu, PT KAI menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan atas ketidaknyamanan yang terjadi. Menurut Luqman, keselamatan dan keamanan penumpang tetap menjadi prioritas utama perusahaan.
Ia menjelaskan bahwa banjir menggenangi jalur rel antara Stasiun Pekalongan dan Stasiun Sragi. Akibatnya, perjalanan kereta api sempat tidak dapat dilalui. Namun, sejak Senin siang, lintasan tersebut sudah bisa dilewati dengan kecepatan terbatas.
Petugas di lapangan masih terus melakukan percepatan penanganan. Tujuannya agar kondisi jalur dapat segera kembali normal.
PT KAI Turunkan Kereta Perawatan Jalan Rel
Untuk mendukung perbaikan, PT KAI menurunkan Kereta Perawatan Jalan Rel (KPJR). Alat ini digunakan untuk mengoreksi penurunan rel. Selain itu, KPJR juga berfungsi memperbaiki elevasi dan menyesuaikan kembali ketinggian rel yang terdampak luapan air.
Pembatalan Juga Terjadi di Wilayah Purwokerto
Sebelumnya, jalur kereta api Pantura Jawa Tengah sempat terputus sejak Minggu (19/1/2026). Banjir menggenangi lintasan antara Stasiun Pekalongan dan Stasiun Sragi. Kondisi ini memaksa PT KAI membatalkan sejumlah perjalanan kereta api jarak jauh dan menengah.
Sementara itu, PT KAI Daerah Operasi 5 Purwokerto juga kembali membatalkan perjalanan KA Kamandaka dan KA Purwojaya. Pembatalan dilakukan berdasarkan evaluasi operasional terkini.
Rekayasa Operasi dan Layanan Pemulihan
Selain pembatalan, PT KAI menerapkan rekayasa pola operasi. Beberapa kereta api jarak jauh dialihkan ke rute memutar. Langkah ini dilakukan untuk memastikan perjalanan tetap aman meski waktu tempuh menjadi lebih lama.
Lebih lanjut, KAI terus melakukan pemantauan intensif serta pemeriksaan teknis secara menyeluruh. Sebagai bentuk tanggung jawab, perusahaan juga menyiapkan layanan service recovery bagi penumpang yang terdampak.
“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan akibat cuaca ekstrem. Kami juga memastikan seluruh upaya terbaik terus dilakukan agar perjalanan kereta api segera kembali normal,” pungkasnya.