Banjir Rendam 25 Desa di Kudus, Ribuan Warga Mengungsi
Banjir Rendam 25 Desa di Kudus, Ribuan Warga Mengungsi
Bencana banjir merendam 25 desa yang tersebar di enam kecamatan di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Akibatnya, ribuan warga terpaksa dievakuasi ke sejumlah lokasi pengungsian yang telah disiapkan pemerintah daerah. Menyikapi kondisi tersebut, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri menyalurkan 1.000 paket Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi warga terdampak.
Banjir yang dipicu cuaca ekstrem selama sepekan terakhir ini berdampak luas. Data mencatat sebanyak 48.193 jiwa terdampak, sehingga Pemerintah Kabupaten Kudus menetapkan status tanggap darurat hingga 19 Januari 2026.
Baca Juga:
KPK Klaim Punya Bukti Aizzudin Terima Uang Kuota Haji
Oleh:
Empire88
Sebaran Wilayah Terdampak Banjir
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus, bencana banjir dan longsor tersebar di Kecamatan Kaliwungu, Jekulo, Mejobo, Undaan, Bae, dan Jati. Kecamatan Mejobo menjadi wilayah dengan dampak terparah, dengan 10 desa tergenang banjir.
Sementara itu, Kecamatan Jekulo tercatat memiliki lima desa terdampak, Kecamatan Jati empat desa, Kaliwungu tiga desa, Undaan dua desa, dan Kecamatan Bae satu desa. Eskalasi banjir dilaporkan meningkat seiring curah hujan tinggi yang terjadi pada Rabu (14/1/2026). Bahkan, sejumlah permukiman yang sebelumnya aman kini mulai terendam, memicu peningkatan jumlah pengungsi.
Lokasi Pengungsian dan Dapur Umum
Pemerintah daerah telah menyiapkan sejumlah lokasi pengungsian untuk menampung warga terdampak. Di antaranya berada di TPQ Khurriyatul Fikri, Desa Pasuruhan Lor, Kecamatan Jati, serta MI Hidayatus Shibyan di Desa Temulus, Kecamatan Mejobo.
Untuk menjamin ketersediaan logistik, dapur umum dioperasikan di tujuh titik strategis. Lokasi tersebut meliputi Kantor PMI Kudus, MI Hidayatus Shibyan Desa Temulus, serta balai desa di Kesambi, Jojo, Kirig, dan Desa Karangrowo.Permainan Terbaik Kini Hadir Di Empire88 Dengan Deposit 10k Rendah Menjadi Jutawan
Polri Salurkan 1.000 Paket Makan Bergizi Gratis
Merespons meningkatnya jumlah pengungsi, SPPG Polri Desa Rendeng bergerak cepat membantu warga terdampak. Sebanyak 1.000 paket Makan Bergizi Gratis (MBG) disalurkan ke sejumlah titik banjir di Kecamatan Mejobo.
Paket MBG dibagikan kepada pengungsi di Desa Kesambi, Desa Payaman, dan beberapa lokasi pengungsian lainnya. Menu makanan disiapkan secara khusus untuk menjaga stamina serta memenuhi kebutuhan gizi warga di tengah kondisi darurat.
Wakapolres Kudus, Kompol Rendi Johan Prasetyo, mengatakan bahwa penyaluran MBG merupakan inisiatif Kapolres Kudus AKBP Heru Dwi Purnomo.
“Langkah ini kami lakukan untuk membantu meringankan beban warga yang aktivitasnya terganggu akibat banjir,” ujar Rendi saat penyaluran bantuan di Balai Desa Kesambi.
Selain itu, Polres Kudus melibatkan Polwan dalam pendistribusian bantuan. Mereka juga memberikan pendampingan dan trauma healing bagi warga di lokasi pengungsian, khususnya anak-anak.
Evakuasi, Patroli, dan Posko Kesehatan
Selain menyalurkan bantuan makanan, personel Polres Kudus turut membantu mengevakuasi warga yang masih terjebak di rumah akibat banjir dengan ketinggian air mencapai 50 sentimeter. Kepala Desa Kesambi, Mokhamad Masri, menyampaikan apresiasi atas respons cepat aparat kepolisian.
Kapolres Kudus AKBP Heru Dwi Purnomo juga turun langsung mengecek kondisi banjir di sejumlah titik, dimulai dari Dukuh Goleng, Desa Pasuruhan Lor, Kecamatan Jati. Ia memastikan kondisi warga yang masih bertahan di rumah mereka serta menyalurkan bantuan ke lokasi pengungsian.
Polres Kudus turut membuka posko kesehatan di beberapa titik pengungsian. Posko ini memberikan layanan pemeriksaan kesehatan, penanganan keluhan ringan, serta pemantauan kondisi anak-anak dan lansia.
Menjelang malam, Kapolres meninjau Balai Desa Karangrowo yang difungsikan sebagai dapur umum. Ia juga memerintahkan jajarannya untuk melakukan patroli dan penjagaan di permukiman warga yang ditinggalkan penghuninya guna mencegah tindak kriminal.
Kapolres Kudus mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat kondisi cuaca yang masih tidak menentu.