Arie Kriting Anggap Pelaporan Pandji Tak Perlu
Komika Arie Kriting menilai pelaporan terhadap Pandji Pragiwaksono terkait materi stand up comedy tidak perlu dibawa ke ranah hukum. Menurutnya, langkah tersebut justru berpotensi menjadi preseden buruk bagi kebebasan berekspresi dan dunia seni di Indonesia.
Pernyataan Arie Kriting ini muncul menyusul pelaporan yang dilakukan Angkatan Muda Nahdlatul Ulama (NU) bersama Aliansi Muda Muhammadiyah terhadap Pandji Pragiwaksono ke Polda Metro Jaya pada Rabu, 7 Januari 2026. Laporan tersebut berkaitan dengan materi yang dibawakan Pandji dalam pertunjukan stand up comedy bertajuk Mens Rea.
Arie menegaskan bahwa apa yang disampaikan Pandji dalam pertunjukan tersebut merupakan gagasan yang dikemas dalam bentuk komedi. Oleh karena itu, menurutnya, perbedaan pandangan seharusnya disikapi melalui diskusi dan pertarungan ide, bukan jalur hukum.
Baca Juga:
Pariwisata Urban Dinilai Bisa Dongkrak PAD DKI Jakarta
Oleh:
“Kalau menurut saya enggak perlulah sampai sejauh itu. Ini cuma gagasan, cuma sebuah komedi, sebuah pertunjukan,” ujar Arie Kriting, dikutip dari wawancaranya di Kompas TV, Kamis, 8 Januari 2026.
Ia menilai pelaporan terhadap karya seni atau kritik berpotensi membuka jalan kriminalisasi ekspresi. Arie menyebut, jika setiap gagasan yang tidak disepakati langsung berujung laporan hukum, maka ruang demokrasi bisa semakin menyempit.
“Gagasannya ditolak, gagasannya dilawan, itu wajar. Itu demokrasi. Perangnya harus di ranah gagasan, bukan menggunakan tangan hukum,” tegasnya.
Meski demikian, Arie tidak serta-merta menyimpulkan bahwa pelaporan tersebut merupakan bentuk pengekangan kebebasan berpendapat. Ia melihat situasi ini sebagai dinamika sosial yang menjadi pengingat bagi para pelaku seni bahwa karya komedi pun tidak lepas dari kontroversi.Permainan Terbaik Kini Hadir Di Empire88 Dengan Depo 5k
“Saya tidak mau buru-buru bilang kebebasan berpendapat sekarang dikekang. Ini lebih sebagai sinyal bahwa ada pihak-pihak yang mempermasalahkan komedi,” kata Arie.
Arie juga memastikan bahwa kejadian ini tidak akan membuatnya berhenti menyampaikan kritik melalui komedi. Ia menegaskan akan tetap berkarya dengan caranya sendiri, termasuk menyelipkan kritik sosial dan pemerintah dalam materi stand up-nya.
“Saya akan tetap bicara, tetap mengkritik, baik terhadap pemerintah, diri saya sendiri, maupun lingkungan sosial,” ujarnya.
Menurut Arie, Indonesia masih memiliki ruang kebebasan berekspresi yang cukup luas. Ia memandang polemik ini sebagai dinamika yang wajar dan tidak mencerminkan kondisi kebebasan berpendapat secara keseluruhan.
“Saya tidak pernah takut. Indonesia tidak seburuk itu dalam konteks kebebasan berpendapat. Ini hanya segelintir dinamika saja,” pungkasnya.