Ahok Puji Pandji Usai Tonton Stand Up Mens Rea
Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok memberikan respons tak terduga usai menyaksikan siaran ulang special show terbaru komika Pandji Pragiwaksono bertajuk Mens Rea. Reaksi spontan “Waduh gila deh” yang ia lontarkan justru menunjukkan kekagumannya terhadap materi komedi tersebut.
Pernyataan itu disampaikan Ahok dalam perbincangan bersama Denny Sumargo yang tayang di kanal YouTube Curhat Bang Deny Sumargo pada Rabu (7/1/2026). Sementara itu, di tengah derasnya kritik publik terhadap Mens Rea yang dianggap menyinggung pemerintah, sikap Ahok justru berbeda dan menarik perhatian.
Baca Juga:
Arie Kriting Anggap Pelaporan Pandji Tak Perlu
Oleh:
Dalam pertunjukan tersebut, Pandji Pragiwaksono memang berani menyentil berbagai isu politik nasional. Sejumlah nama pejabat dan tokoh publik turut menjadi sasaran kritik. Di antaranya adalah Ahmad Sahroni, Verrell Bramasta, Presiden Prabowo Subianto, hingga Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Oleh karena itu, materi ini pun menuai pro dan kontra.
Di satu sisi, sebagian warganet menilai Pandji terlalu jauh dalam mengkritik pemerintah sehingga memicu kegaduhan. Namun di sisi lain, Ahok melihat hal tersebut dari sudut pandang berbeda. Ia secara terbuka menyatakan dukungannya dan menilai kritik lewat komedi disampaikan dengan cerdas.Permainan Terbaru Kini Hadir Di Pausempire Dengan Depo 10k
“Gue sih pro banget tuh. Kan dia udah pintar, dia udah pakai disclaimer, menurut keyakinan saya,” ujar Ahok, seperti dikutip dari TribunJakarta.com.
Selain itu, mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut mengaku terkesan dengan cara Pandji merangkai kalimat dan menyampaikan gagasan dalam pertunjukan Mens Rea. Menurutnya, pilihan kata dan struktur kritik yang digunakan menunjukkan kecermatan berpikir sang komika.
“Gue langsung bilang sama bini gue, ‘Wah gue suka banget nih kalimatnya’,” lanjut Ahok.
Pernyataan Ahok ini menambah dinamika perdebatan seputar Mens Rea. Meski kritik terhadap Pandji tetap muncul, dukungan dari figur publik seperti Ahok menegaskan bahwa komedi masih menjadi ruang penting bagi kritik sosial dan kebebasan berekspresi.